Monday, February 28, 2011

Tour de Tasikmalaya 3-6 Feb 2011

Setelah sempet direncanain dan dibatalkan bolak balik... Akhirnya disuatu liburan (agak) panjang, jadi deh gw sekeluarga jalan ke Tasikmalaya. Sponsornya, siaplagi kalau bukan teh Riska, preman asli Tasik, yang manis dan baik hati. Karena ke-OK-annya Riska ini, liburan yang tadinya diharapkan cuman jadi libur iseng tanpa harapan apa2, berubah jadi liburan asyik yang bakal diinget2 terus :)
Pagi-pagi buta
Liburan ini kita beramai2, ada Gw plus Indra dan Rangga, ada Noel plus Dewi dan Paska (si bayi kecil nan manis), plus Riska, Eqiw dan Dian. Jadi total ada 7 orang gede plus 2 krucil yang dimasukkan dalam 2 mobil.
Atas saran dari Noel, kita berangkat pagi2 buta, dan janjian di rest area kilometer 19 jam 5 pagi. Tapi, kita semua, memboikot keinginannya Noel dengan dateng baru jam 6-an... hiihihihi....
Anyway, perjalanan pagi itu lancar sekali, ngga macet seperti yang dikuatirkan Noel....
Jam 8 an, kita sampai di rumahmakan Strawberry setelah keluar tol. Tempat makannya asik buat leyeh2 karena pemandangannya indah, plus ada danau2an yang bisa buat naik perahu kecil. Sayangnya pas kita kesini belum buka karena masih kepagian.
pemandangan dari rm strawberry, sawah dan hijauuuu

Setelah puas makan2 dan ngerumpi, kita langsung jalan menuju ke Tasik, kota kesayangannya Riska. Sebelumnya kita sempet mampir ke Rajapolah, sentra industri kerajinan anyaman bambu di Tasik. Awalnya gw ngga terlalu tertarik buat liat2. Di kepala gue berfikir... ah palingan tas2 biasa, nanti kalau dibeli cuman menuh2in rumah. Tapi, ngga tahunya, setelah gue menilik dan mengamati, waow... kerajinannya keren2... Tasnya buatannya rapi, dan manis dan harganya muraaaah. Bayangin tas jinjing cuman seharga 35ribu, tempat laundry besar, seharga 50 ribu... Makanya setelah satu toko, gw memilih duduk nongkrong di emperan sambil main uler2an bareng Rangga. Tiada lain alasannya adalah takut kalap belanja kalau datengin semua toko :)

Rangga n mainan uler2annya...
Rumah diatas Balong

Masuk kota, kita langsung diajak Riska ke rumahnya, yang ada diatas empang (eh apa ya bahasa benernya). Jadi rumahnya berdiri diatas air seperti di rumah makan- rumahmakan sunda. Dan asyiknya juga didepannya juga terhampar sawah yang baru aja dipanen. Banyak bebek lari2an mencari makan di sawah...
Rangga sibuk ngasih makan ikan...
Dirumah Riska ini, gw dan Rangga juga dapet pengalaman baru....mancing!! hehehe... baru sekali ini gw beneran mancing dan dapetin ikan 3 kali berturut2!! bangga deh gue (hehehe). Plus Rangga juga dapat pengalaman baru yang pasti dia ngga bakal lupain! masuk ke kandang burung puyuh, yang baunya luar biasa :) Tapi dia seneng banget dikasih 5 butir telur puyuh oleh ayahnya Riska... Telurnya disimpan baik2 buat direbus pas udah sampai Jakarta...
Setelah makan siang yang mantaff (makasih banget lo Ris, kita dijamu besar2an!! bayangin ada ikan goreng, ikan bakar, ayam goreng, karedok, aneka sambal, tumisan perut ikan.. wuuuh, penuh deh perutku), kita memutuskan untuk jalan ke Galunggung.
Galunggung

Sebagai turis dadakan, gw tadinya ngga ngerti, di galunggung tu mau liat apaaa? kawah? atau pemandangan? apalagi perjalanannya lumayan jauh, plus saat itu hujan derasss banget. Plus lagi, katanya untuk menuju kawah, kita harus naik 620 anak tangga keatas. Enam ratus dua puluh? waow, jumlah yang banyak bukan buat tangga?
Beruntung pas kita sampai, hujan sudah menipis, tinggal gerimis menerpa. Situasi di tempat parkiran Galunggung terasa seperti situasi di puncak. Banyak tukang jagung bakar dan indomie. Makanan yang lezaaat banget buat dimakan dingin2.

620 anak tangga... wuhuuuu
Setelah negosiasi dengan Rangga (bahwa, kalau dia mau ikut naik tangga, ngga ada yang bakal mau gendong, jadi dia harus kuat naik sendiri-- ya iyalah, mana kuat gw gendong 620 tangga, bisa cepet pendeeek:)), kita akhirnya mulai menaiki 620 tangga yang terasa laamaaa sekali. Hebatnya...Rangga yang kita underestime bisa sampai, justru jadi orang pertama yang sampai diatas :) haha ibu yang bangga deh gue (lebih bangga lagi, karena ternyata dari kita semua, cuma dia yang besoknya ngga pegel2 kakinya...:))


Si Rangga hebat diatas tangga

Pemandangan indah yang menyerbu dari atas galunggung
Setelah menyiksa kaki dengan penuh kejahatan, ternyata pemandangan yang menyerbu diatas kawah, benar2 menggantikan pegel2 yang ada!! Kawah luas, dengan danau berwarna hijau, plus pegunungan yang membentang didepan mata... Belum lagi, situasi sehabis mendung yang membuat pemandangan sedikit berkabut dan terasa seperti mimpi... Karena kita adalah rombongan terakhir yang naik, pas kita sampai, diatas sudah sepi... Justru sempurna untuk meresapi keindahan alam (plus meresapi pegal2 di kaki tentunya:)
Mie Tasik

Mantabnya Mie Tasik
Malam itu, sebelum menuju hotel, kita sempat menikmati kuliner Tasik : Mie Tasik. MEnurut gw, untuk ukuran kota kecil, mie ini lumayan mahal, 22 rb seporsi! Tapi rasanya mantap!! Ini bisa dikategorikan dalam kategori mie serius, yang dibuat dengan penuh cinta, hohohoho. Kuahnya mantap, mienya kenyal, plus potongan babat dan bakso. Yummi lah! sepadan dengan harganya!!!
Green Canyon
Besok paginya, setelah kita sempatkan kembali berwisata kuliner di bubur ayam tasik (Ciri khasnya adalah warna buburnya putih, dan berkuah, mirip seperti soto bening dengan nasi kecil2 didalamnya) dan serabi oncom. Kita melanjutkan perjalanan ke Green Canyon dan Batu Karas. Kembali pengetahuan wisata gue yang minim bikin gue ngga ngerti, ini kita mau kemana sih... juauuuuh banget deh... 4 jam perjalanan!!!

di tukang bubur tasik
Setelah sampai ke gerbang Green Canyon, kita ternyata harus menyewa perahu senilai 75rb untuk berlima. Saat ini gue juga heran, kenapa semua orang ganti baju? Soalnya dibayangan gue, green canyon ya kaya danau berwarna hijau...gitu doang...
Dan ternyata oh tenyata... Green Canyon itu, ternyata adalaaaah : sungai di dalam gua!!... Yang pemandangan dan suasananya kereeeen banget!! Kayanya gue pernah liat di tipiiii, tapi ngga inget namanya apa... (ingatan dodol)
Dan kenapa semua ganti baju? karena satu2nya cara untuk menikmati sepenuhnya suasana disana adalah : Berenang di sungai berarus deras itu!! Body rafting!! wuhuuuu
Sungai di Green Canyon, walaupun berarus deras, tapi cukup aman, tentu saja kalau kita bisa berenang dan juga pakai pelampung. Akang pemilik perahu, ternyata juga merupakan guide untuk body rafting. Setelah negosiasi dilakukan ( sekitar 120 rb per perahu-5 orang), kita pun langsung pakai pelampung dan meluncur kesungai.
Sungainya dingin, dan arus dibawah kaki terasa kuat sekali. Bagusnya, karena bentuknya yang didalam gua, maka arusnya berputar saja disitu, jadi kalaupun kita terhanyut, cuman bakalan muter2 aja disana... Pemandangan yang paling keren adalah, kalau kita berenang telentang, memandang tetesan air dari langit2 gua, plus cahaya matahari yang masuk perlahan lewat sedikit ruang diatas gue. Tetesan air terlihat seperti bergerak slow motion, bagus sekali.. Dunia lain!!
Dibanyak titik yang arusnya sangat kuat, akang guide sudah siap dengan tali untuk pegangan para turis. Mereka juga bersedia (dan bahkan menawarkan diri) untuk membawa kamera dalam kantung plastik, dan juga memotret. Full service lah.
Di beberapa area, ada juga gua2 dan danau kecil yang indah, yang untk naiknya harus memanjat ala monyet gunung. Yang paling seru untuk menguji nyali adalah adanya batu besar setinggi sekita 3 m berbentuk jamud di tengah sungai. Iya, batu itu dijadikan lokasi untuk meloncat. Dan gue mencoba!! hihi... sempet dag digdug pas mau loncat, tapi setelah sempet merem, akhirnya byurrrrr!!! Haha, jadi gini toh rasanya lompat 3 meter!! pantatnya saakiiiit :).
Sayangnya ternyata dokumentasi lompat yang dibuat, ngga ada yang berhasil... Hihi, Riska entah kenapa, gagal mendokumentasikan kehebatanku hehehehe...pasti karena terlalu semangat!!
pemandangan indah di green canyon, plus siap2 menguatkan iman, melompat dari atas batu wuhuhuuu
Batu Karas
Selesai dari Green Canyon, dan berganti baju, kitapun meneruskan perjalanan ke Batu Karas. Sebuat Pantai kecil 5 km setelah green canyon. Pantainya sepi, dan sering dijadikan lokasi surfing. Lokasi yang tepat untuk menikmati "the art of nothingness". Disini, beberapa kali kita bertemu dengan penduduk lokal yang menikah dengan turis asing, sehingga banyak anak kecil bermuka bule tapi berbahasa sunda (besarnya bakalan jadi artis :). Ibu Sumiyati, pemilik Batu Karas Sunrise salah satunya, dia menikah dengan seorang turis Australia yang kemudian menetap di Batu Karas dan memiliki penginapan disana.
Batu Karas Sunrise yang kita jadikan tempat menginap termasuk OK. Dengan biaya menginap 415rb/malam (promo price), Selain kamar yang OK, ada juga kolam renang air hangat disana. Woo Rangga langsung menggila berenang sore dan pagi hari di kolam renang hangat itu... Di lokasi lain juga banyak hotel2 yang bagus, salah satunya Javacove, hotel yang di rekomendasikan oleh Natgeo traveller (ada plang infonya)--sayangnya kemarin sedang penuh.


Malamnya, kita sempatkan makan di resto kecil yang menjual aneka masakan hasil laut. Lagi2 pemilik resto ini adalah seorang wanita turis jerman yang menikah dengan penduduk lokal. Agak risih juga sih, yang beres2 meja orang bule (uh inferior banget ya gue!!), pake mindik2 segala :) Masakannya, diluar dugaan ennag!! dan juga murah banget, ngga sampai 200 rb buat makan ber 7, lengkap dengan cumi, udang, sayur, ikan bakar dan ikan saus padang!!

SeaGlide
Sea Glide dan Pecel Tasik
Besok paginya, setelah puas leyeh2, dan berenang. Kitapun siap2 pulang. Sebelum pulang sempat menengok pantai depan JAvacove, dan tertarik oleh ajakan naik SeaGlide. Seaglide adalah perahu karet berbentuk seperti donat untuk 8 orang, yang bakalan ditarik oleh Boat. Dan karena bentuknya yang seimbang, seekstrim apapun gerakan boat, si SeaGlideini ngga akan terbalik!
Berdelapan kita akhirnya naik. Cukup mahal buat naik ini, 50rb/orang. Dan sayang sekali lagi sayang, Rangga kita ajak ke dalam boat. Alhasil, anak kecil ini mengiringi serunya perjalanan di SeaGlide dengan teriakan histerisnya. Huaaaa, aku takut tenggelaaaaammmm!!!!!!

Pasar Ikan Pangandaran
kenyang dirumah makan ibu maryam

Liburan usai sudah, tapi sebelum kembali ke arah tasik dan jakarta, kita menyempatkan untuk berhenti makan siang di pasar ikan pangandaran. Rumah Makan ibu Maryam jadi tujuan kita. Dan sama seperti makanan lezat di Batu Karas, masalan disini juga pantas diacungi jempol. Plus harganya luarbiasa murah!, Makan bertujuh dengan kepiting, ikan bakar, udang, cumi, dan aneka sayur, hanya sekitar 250rb saja...

Pulang
Setelah kenyang, siaplah kita untuk perjalanan kembali ke Jakarta. Sempat mampir sebentar di tasik untuk belanja batik dan mampir di rumah Riska (Makasih oleh2nya yaaa Riska!!), sekitar jam 12 malam, kita sampai di rumah....dengan senyum lebar dan hati puas.
cup! sun sayang buat Paska!!

Makasih buat jalan2 dan liburannya ya Riska! Akhirnya liburan kita jadi jugaaa :))))

Friday, November 05, 2010

Rina anaknya Pak Parmo


Ini dia si Parmooooo

Suparmo, itu nama panjang bapak gue... Dulu waktu gue kecil, dan main kata2an nama bapak, gue paling marah kalau ada yang bilang nama bokap adalah Suporno. Dan waktu kelas 5 SD gue pernah sampai berantem besar (baca: tabok2an dan tendang2an) sama teman sekelas gara2 dia iseng mengganti nama bokap dengan suporno itu. Kalau emang mau panggil2 pake nama bokap, gue ngga papa, tapi jangan ganti2 seenak udel *hihimasiemosi

Seumur hidup, terutama setelah menginjak usia akil balik *hayyahistilahnya, gue bisa dibilang ga pernah kompak dalam pemikiran sama bokap. Dan being me, gue males dong mengkonfrontasi..soalnya kalo berantem ama bokap gue seringnya nangis gembeng, bukannya adu argumentasi, malah nangis doang. Dan karena males konfrontasi itu, akhirnya gue memilih untuk agak menjauh sama bokap. Dalam jarak aman, artinya kita tetep komunikasi, tapi ngga terlalu dekat, sampai jadi sebel2an. Itu lebih baik buat keamanan nasional hati masing2 kan...
Padahal waktu SD dulu, dia adalah jagoan gue. Mungkin karena gue anak pertama, dan jarak gue sama adik2 gue agak jauh (3-4 tahun) so gue punya cukup waktu lama berduaan sama bokap. Dulu, gue juga paling seneng kalo diajak kemana2 sama bokap. Nonton Bola di lapangan merdekanya balikpapan, nemenin dia cukur rambut di barbershop sesko-al, bahkan ke tangerang buat bayar PBB. Itu semua karena, bokap gue suka nraktir gue makan macem2.. Bakso, esteler, mi ayam, apapun yang waktu itu rasanya enaaak, mewah, dan cool. Cool, karena biasanya kita ngga ngaku kalo udah makan, takut dimarahin nyokap.. heheehe partner in crime.

Sampai saat ini juga gue suka masih ngerasa terharu kalau bokap buka dompetnya. Ga lain dan ngga bukan, adalah karena bokap nyimpen foto gue waktu masih kecil, di dompetnya. Foto ituu aja ngga ganti2.. dan kayaknya sih ngga ada foto lainnya...
foto yang disimpan mirip sama ini.. manis ya gue :)

Bokap dan Rangga, sebenernya dia ga berani gendong bayi. Tapi demi dipotret, maulah dia, tapi nyokap (lihat tangannya) udah standby disampingnya. BTW liat keloidnya? huu bakat terpendam yang diturunkan....:(

Dan bokap dulu (mungkin sampai sekarang) sangat ahli bermain catur. Namun sayangnya bakat dan kemampuan itu ngga menurun ke gue atau anaknya yang lain. Walaupun kadang2 kasian juga ngeliat dia ngajarin susah payah tapi gue tetep culun juga, tapi kadang2 yang bikin gue mutung untuk tanding sama dia adalah : Dia ngga mau ngalah sama anaknya. Bukannya ngalah, dia malah suka bikin gue dalam keadaan ngerasa menang, trus di skakmat, sambil ketawa2 megangin perutnya.
Bokap juga suka kalo anaknya makannya banyak. Untungnya waktu gue kecil, metabolisme gue bagus banget, sebanyak apapun gue makan, ngga jadi daging. Soalnya kalau gue lagi makan dan meleng, bokap suka diam2 nambahin nasi ke piring gue. Dan itu terjadi sampai sekarang, walaupun ngga diem2 lagi, tapi dia masih nanya "nambah rin?" hayyah, paak... anakmu udah ngga bisa makan banyak lagii, nanti genduuuttt :)

Tapi, ya itu dulu, begitu gue agak gede, dunia berubah. Gue ngga deket lagi sama bokap. Mungkin adek gue kedua yang lebih dekat sekarang, secara mereka tinggal serumah.

Satu tahun terakhir ini bokap divonis gagal ginjal. Seminggu 2 kali nyokap mengantar bokap ke patiunus, untuk hemodialisa. Kasian, ditusuk dan terbaring 5 jam, setiap kali datang, untuk mencuci darah yang sudah penuh dengan racun.
Sejak bokap hemodialisa, dan kelihatan sekali kalau udah ringkih. Gue jadi rada (lebih) sayang dan kadang2 iseng untuk nunjukin sayang gue ke dia. Jadi lebih sering meluk, atau sun pipinya.
Sebelum dan Setelah Hemodialisa, jadi kuruuuussss :(

Tapi tetep sih, kadang2 juga masih kesel sama kelakuan ajaibnya bokap terutama kalau lagi kumat ngusir2 kucing dengan jahatnya :)

Tapi mimpi gue tadi malam, bener2 mengingatkan gue lagi, kalau segimanapun gue ngga nyambungnya, diem2an, tetep aja gue sayang sama dia..
Jadi tadi malam yang gue mimpiin adalah : setiingnya gue lagi tiduran di tempat tidur, kayaknya gue masih kecil. Mungkin kelas 6 SD. Gue lupa kenapa tapi gue lagi sediiiiih banget, meringkuk merenungi nasib (huhah bahasanyaaa). Dan bokap dateng, memeluk gue. Dan gue merasa semua masalah gue bakalan beres dengan pelukan bokap itu. Eh ngga deng, pokoknya gue berasa nyaman banget.

Berpuluh tahun yang lalu, waktu gue SD, gue pernah sakit panas karena radang tenggorokan di akhir bulan ramadhan. Waktu itu saat gue terkapar sakit di tempat tidur dengan badan panas dingin, bokap dateng dan memeluk gue, sambil berdoa supaya gue cepet sembuh. Mirip seperti itu perasaan gue di mimpi malam tadi.

Dan pagi ini, sebelum mimpi itu hilang rasanya, gue nelpon bokap. Cerita tentang mimpi itu. Dan bokap bilang : "Itu soalnya kan bapak sayang sama kamu rin..." Huhah. Gembeng kreweng langsung deh airmata gue menetes2 sambil tetap menyamber bilang juga "aku kan juga sayang sama bapak" hohoho, gombal2ann :)
Anyway.. ya, sampai kapanpun gue akan jadi anaknya pak Parmo, dan sesebel2nya gue sama dia sesekali, tapi pada dasarnya gue sayang kok sama bokap. Dan harapan gue adalah dia tahu itu :)
Jakarta, 5 Nov 2010

Sunday, July 25, 2010

Alien bernama keloid

Keloid adalah jaringan kulit tambahan yang tumbuh di bekas luka. Keloid merupakan bekas luka hipertrofik. Keloid biasanya warnanya merah muda sampai coklat tua. Keloid tidak menular dan tidak berbahaya, hanya saja tampaknya bisa mengganggu dan rasanya bisa agak gatal.
Yang memiliki keloid biasanya orang berkulit gelap dan jarang ditemukan pada orang berkulit terang (wikipedia)


3 atau 4 tahun terakhir, gue diganggu banget sama 3 buah pulau kecil eks jerawat di dada. Keloid. Awalnya hanya berasal dari sebuah jerawat kecil mengganggu. Mungkin dia kagum sama keindahan dada gue (hueeek) dan memutuskan untuk menempel disana. Dan gue biarin. Gue pikir, "aaah dia kan cuman mengagumi dada gue, biarin aja" LHO... bukan bukan... bukan itu. Yang gue pikir saat itu adalah, "ah biarin aja, ntar juga hilang sendiri" dan itu ternyata kesalahan besar saudara2... Setelah si jerawat tersebut menempel, dia kemudian meradang, memerah, ya kayak jerawat orang jatuh cinta lah. Bedanya ini bukan di pipi, atau jidat. Ini sedikit dibawah leher gue.

Dan, seminggu kemudian radangnya pun hilang. Dan dia berubah menjadi gunung tanpa kawah, alias jerawat tanpa lubang. Ahh apa sih maksudnya. Pokoknya si jerawat ini ngga bisa diapa2in. Ngga bisa dikeluarin isinya, ngga bisa dipencet, ditusuk, atau ditabok. Dia diam tanpa dosa.

Gue masih cuek. Biarin, kayak pake liontin (dooh sok positif).

Sampai sekitar 6 bulan kemudian, si jerawat ini mengundang 2 orang adiknya datang. menempel mesra sekitar 2 cm dibawah kakaknya, dan mengulang cerita yang sama.

Yang menyebalkan adalah, si bekas jerawat ini kemudian berubah menjadi keloid. Dia berubah melebar, dan menebal. Bayangkan dari jerawat berukuran kurang lebih 1mm, dia melebar menjadi seukuran 2cm2 woohohoho.

Awalnya gue terganggu dengan banyak pertanyaan dari para rekan wartawan mengenai keloid ini. Udah gitu, posisinya didada, membuat semua orang yang ngobrol sama gue, pasti melihat, dan iseng bertanya. Mulai dari pertanyaan sopan sebangsa "bekas luka ya rin" atau "operasi apa rin?" sampai pertanyaan kacau seperti "kok putingnya ada tiga rin" (ini pasti bodoh sekali ya yang bertanya?) atau " rin, diapain aja tadi malem, sampai bekasnya kaya gitu (gubragggg).

Pertanyaan2 itu awalnya membuat gue sering memakai baju tertutup sampai atas leher, atau pakai kalung yang menutupi dada. Pernah juga ada masanya gue mencoba menutupi dengan bedak tebal2 (iya tahuuu, ngga berhasil, namanya juga usaha)

Tapi akhirnya gue menyerah, dan justru membuka lebar2 si keloid itu, dan dengan semangat 45 menerangkan kepada semua yang bertanya. Malah jadi jarang yang nanya tuh. Hehehe, Indonesia sekali, kalau dibuka2 malah ngga mau nanya, jadi ngga menarik lagi :P

Nah, masalahnya, si keloid ini ngga cuman berhenti di level sekedar mengganggu penampilan doang. Dia mulai naik ke level yang lebih tinggi. Gatel. Perih. Terkadang Panas.

Dan akhirnya gue dateng deh ke dokter kulit. Berusaha mengenyahkan si keloid tersayang ini.

Si dokter menerangkan ke gue, bahwa keloid, merupakan kerusakan kulit akibat bekas luka, yang paliiiing susah di buang. Secara scientific, belum ada obat yang benar2 efektif.
Huhuhu, mau nangis gue dengernya. Apalagi setelah doketrnya menambahkan "Waah yang punya kamu didada ya, kasian ya kamu, mana modelnya yang self stimulating gitu ya (ya, keloid gue keren, ngga diapaa-apain, dia bisa stimulate sendiri, uhuuuy)"

Tapi akhirnya dia memutuskan untuk menerapi keloid gue dengan cara di semprot beku, dan kemudian disuntik kenacort. Dia bilang perlu sekitar 11 kali terapi sebelum keloid itu rata, dan kemudian tinggal dilaser untuk menghilangkan warnanya yang berbeda dengan warna kulit sekitarnya.

Jangan tanya gue rasa sakitnya. Sumpah periiiihhh. Dibeku-in sih kaya disemprot uap dingin. Tapi setelah itu... slemet slemet... mantap perihnya. Apalagi pas kenacortnya masuk melalui jarum suntik. Wohohoho, mantaaafff.

Belum lagi, sekitar 3 harian, keloid gue akan melepuh sebelum akhirnya kulitnya mengelupas. Lumayan deh sakitnya....

4 kali gue dateng dan disiksa, dokternya bilang bahwa keloidnya udah rata, dan bisa dilaser. Gue diminta dateng ke RS berbeda untuk di Laser. Sayang seribu sayang, gue ngga nemu2 dimanakah si RS tersebut, jadi kegiatan laser melasernya pun gue undur.

Nah, tapi memang hebat keloid gue. Melihat gue mengundurkan kegiatan melaser, dan juga sudah tidak membunuh dia dengan kenacort lagi. Si Keloid langsung berubah menjadi alien. Tadinya dorman alias pura2 mati. Dengan aji2 self stimulating, dia bangun lagi. Dan malah memBESAR!!!

Kerasa banget kalau si Alien alias keloid ini dendam sama gue. Bukannya dia malu2 membesarnya, ini malah semakin melebar, dan jadi sensi-an. Iya sensi, kena baju jadi perih. Kena apa2 dikit jadi sakit. Sensi banget deh.


Nah, 2 bulanan yang lalu, seorang kenalan ngasih tahu gue. Bahwa ada plester yang bisa pelan2 ngeilangin keloid ini. So gue cari2 lah di internet. Dan ketemu Cica care ini. Unfortunately, di Indonesia ngga ada :(
Untungnya seorang teman lain berbaik hati untuk dititipin ketika dia menyambangi singapura. (Eeeeh baru inget, belum bayaaar:), dapatlah gue si Cicacare ini. Bentuknya lucu, seperti selotip tapi berbentuk Gel. Yang lucu lagi adalah dia dipakai terus2an sepanjang hari, tapi setiap kita mandi, harus dibuka, dan dicuci! Iya dicuci pakai sabun. Baru ditempelin lagi. Aneh ya.
Dibilangnya, setelah 2-4 bulan pemakaian, Keloidnya akan hilang, merata dan ngga gatel lagi.

Gue baru pake 2 hari. Yang paling kerasa adalah ngga terlalu perih keloid gue sekarang, soalnya kan dia berfungsi sebagai pelindung kulit. Jadi ngga ada lagi kegesek2 baju ataupun kalung.

Tapi berfungsi atau tidak... yaa tinggal nunggu aja nih... 2 bulan lagi... :)

PS : Keloid ini bakat2an, jadi bukannya gue punya bakat nari, nyanyi atau melukis. Bakat gue adalah keloid :(. Bokap gue juga punya keloid besar didadanya, dengan cerita yang serupa dengan gue. Dan juga gagal disuntikin kenacort ribuan kali. Hilangnya karena dia mengkurus akibat serangan diabetes :(. Huhu sediiih

Wednesday, July 14, 2010

From Indra...

Hai Tan In,


Happy birthday ya….

Semoga di hari ulang tahun yang kesekian, di saat kebersamaan kita yang memasuki tahun ke 9 dan umur Rangga (anak kita) memasuki 4 tahun dan mulai masuk di TK A Al – Azhar 9 :

Tan In makin merasa muda.
Makin percaya diri.
Makin dewasa.
Makin bisa menjaga kesehatan.
Bisa mulai membagikan ilmu & ketrampilan yang dimiliki di lingkungan yang lebih luas.
Makin sayang sama kami berdua ( gw & Rangga)
Bisa mewujudkan cita-cita kita bersama.


Amin ya Robbal Alamin...

Tuesday, July 06, 2010

Surga kecil di belitung

Bersantai di pulau lengkuas, hilanglah semua pikiran tentang kerjaan :)

Yuhuuuu, selamat datang di pulau laskar pelangi...
Senang banget gue, sekitar sebulan yang lalu berkesempatan dateng ke pulaunya laskar pelangi...
Ngga nyangka bahwa pantainya baguuuuussss banget...
Iya, gue bukan orang yang sangat sangat mengagumi alam, dan bisa tercengang2 melihat alam dengan mulut membuka....
Hehe, gue cuma jenis yang akan bilang, "iya bagus, foto2 yuk... " gitu aja udah...terus langsung sibuk sama kamera, daripada meresapi keindahan alam...heheehe, orang kota bangeeeetttt :(
Tapi hebatnya di belitung ini ada beberapa hal, yang bahkan, buat orang yang secuek gue bisa bikin bengong..dan sempet termangu
Diantara Pulau pasir dan pulau Batu Layar
Di Belitung ini, ada banyaaaak banget pulau2 bertebaran, salah satu diantaranya adalah pulau pasir. Pulau yang hanya selebar mungkin 1 km2 yang isinya pasir doang. Nah, setelah melewati pulau ini, dan kita berlayar ke arah Pulau Batu layar (yang ada batu berbentuk layar perahu), ada satu titik, dimana tiba2 aja, banyaaak banget batu2 besar dikejauhan, dikombinasikan dengan laut yang biruuuu, dan langit yang biru muda. Entah kenapa pada saat ini yang muncul dikepala gue adalah " Lah, kalau di bumi aja ada tempat sekeren gini, se absurd ini, gimana di surga ya?" hohohoho... sumpah bagussssss banget di titik itu, gue berasa seperti ada di dalam lukisan, didalam kehidupan lain, dimasa dan dimensi yang berbeda (hohoho, mulai lebaaayyy)


Aneka batu yang bertebaran di Aneka pantai belitung. Entah Ledakan gunung sebesar apa yang membuat batu2 sebesar rumah senilai lebih dari 2 milyar ini, bisa bertebaran di seluruh pinggiran pantai... Sumpah baru sekali ini gue ngelihat batu2 yang sebesar ini....
Pasir... pasir ... dan pasir dengan aneka bentuk, warna dan kehalusan...
Woooo, sayang banget liburan gue hanya 3 hari saja. Dikepala gue...rasanya pingin spend 1 minggu, hanya untuk berleyeh2 dipinggir pantai, mengoleksi aneka jenis pasir pantai yang berbeda.....
Pulau Lengkuas dan Mercusuar 16 lantainya... Wooo pemandangannya kereeeennnnn :)

Jam Segini masih dikantor ?

Wah, baru sekali2nya ini berkeinginan nulis hanya karena terjebak dikantor
diantara temen2 yang sedang sibuk menghitung jualan tahun depan
dan tahun depannya lagi..dan tahun depannya lagi....
hihihihi, kepala gue rasanya mau pecah...

saat2 seperti ini, jadi mulai berpikir..
worth it ngga sih ini ?

huhuhu, entry paling nggga pentiiiinggg :)


21:50 di kulawi

Wednesday, March 17, 2010

D winning team

bersama team marketing n pemain PSSI (maap ya mas, ngga tahu namanya, ngga ngetooop siiih :P).
Gue mungil ya... hihihihihiiii....

"Keliatan banget kalau kamu suka aktivitas fisik. Matanya berbinar2 waktu main bola". Hmm ucapan temen gue ini kayaknya bener, walaupun rada menggeneralisasikan kesukaan gue sama aktivitas fisik. Iya gue suka olahraga. Tapi cuman yang gue jago aja, dan gue bisa ngelawan orang lain. Dan gue menang, hehehehe. Salahsatunya adalah main bola.

Beberapa olahraga lain udah pernah juga sih gue coba. Pernah ikutan klub renang selama 3 tahun. Lumayan berprestasi hihihi...juara 1 sejaksel jaman SD (ngga pentiiiing) tapi terpaksa berhenti karena sinusitis. Yang tersisa cuman lengan atas yang besaaaarrrr.. Tapi yang ga asik dengan renang itu, adalah... sepiiiiii. Pada saat gue lagi latihan dengan bolak balik kolam renang, atau bahkan saat pertandingan. Semua suara seperti hilang. Sepi. saking sepinya, gue kadang2 suka ngebayangin kalau ada ikan hiu yang ngejar2 gue... Sekedar buat memacu gue berenang lebih cepat dan bukannya bengong kesepian... hehehe lebay yah....

Olahraga beladiri gue pernah ikutan juga. Karate sampai ban biru (dan berhenti gara2 ujiannya ngga asik, rame2 gitu huh...) dan Merpati putih sebentar (berhenti gara2 keseleo waktu sok2an tendangan sambil terbang). Rasanya kok ya ngga asik ya...

Main Badminton pernah juga rutin tiap minggu. Asik sebenarnya, tapi rasanya ada yang ngga pas , plus juga tangannya jadi gede sebelah (hehehe alasan bangeeetttt).

Sementara olahraga yang sendirian dan melawan diri sendiri... Gue ngga suka tuh. Jogging, Bowling, Running, weh, ngga suka gue. Juga olahraga yang gue ngga bisa dan males belajarnya. Tennis (susah ngubah tangan yang udah kebiasaan main badminton), anggar (hehehe), gue ngga mau tuuuh.

Nah, ikutan main bola, sebenarnya baru sejak januari 2008, waktu ada danone world cup. Tiap CBU dipertandingkan, dan pemenangnya waktu itu, katanya akan diterbangkan ke miami untuk ikutan finalnya. Gue ikutan jadi team cewek. Sampai ada audisinya segala (halah) soalnya team jogja juga pengin ikutan join.
Menang?
Ya enggak laaah, team gue jadi team juara paling bontot diantara 3 CBU lainnya. Juara 4 !! huhuhuhu....
Tapi, kayaknya gue ngga jelek2 amat. Bisa ngegolin 2 kali, bahkan ke teamnya Aqua yang ada pemaninnya eks pemain nasional. Wuuuhuuu, rasanya gue udah jagooo banget saat itu. Sayangnya team lain lebih jago, dan juga kita kehabisan napas... Bayangin lapangannya setengah lapangan bola asli, dan pemainnya cuman 6 orang... ngga pingsan juga udah alhamdulillah...

Sejak saat itu, gue dikenal sebagai pemain bola, terutama kalau ada pertandingan2 antar divisi, baik yang perlu team cewek, ataupun team campuran. Entah kenapa, gue jadi seneng banget main bola. Mungkin karena jarang ada yang bisa, atau emang asik lari2 ngejar bola, buat gue ini olahraga yang gue suka banget....

Terakhir di annual meeting, gue ikutan jadi team marketing. Satu2nya cewek, dan gue memilih jadi back. Soalnya ngga pede kalau jadi striker-posisi kesukaan gue, soalnya ada mas pemain PSSI (tiap team diselipin pemain PSSI, biar seru!!), plus ada giom, anggota impor yang jago banget. So serahkanlah tugas menjebol gawang kepada yang lebih ahli... gue jaga belakang aja...
Sebagai orang yang ga pernah jadi back-kalau main bareng teman2 cewek, gue baru berasa, ternyata sengsara banget jadi back. Bolak balik gue harus nahan tendangan geledek lawan, paha, betis dan bahu gue rasanya penyet. Bahkan ada bekas memar sebesar bola di paha gue. Sengaja ngga gue kasih trombopop. Soalnya kayaknya keren (noraaakkk).

Ada yang bikin gue seneng pas main kemarin. Beberapa pemain lawan, gagal bisa masukin goal bahkan gagal dapet bola, karena gue tempeeeel terus. Mungkin tadinya mereka ngga nyangka gue akan bisa nempel seketat itu, bahkan ngga malu2 buat nubruk kalau perlu, sementara mereka kan ngga enak nubruk gue heheheehe. Seneng lihat muka marah mereka waktu putus asa ngga bisa nerima bola dari teamnya karena gue potong terus...:)

Tapi ada yang bikin gue sebel. Waktu si MC ngenalin pemainnya, dia bilang "lho team marketingnya kok ngga ada ceweknya, cowok semua?" dengan nada serius... Bener2 dia ngga sadar ada gue, sampai gue datengin dia dan bilang.... Gue cewekkkkkk

Huuuuh nyebeliiin!!!

Eh, tanggal 10 April nanti, bakalan ada DWC lagi, dan gue akan kembali tanding lawan team2 CBU lain. Pls doain kita bisa tampil bagus yah... objectivenya cuman 1 : Ga jadi juara paling buncit... heheheehe...

Monday, January 04, 2010

Ayam Tauco dan Masa kecil

Salah satu kegiatan liburan tahun baru 2009, pastinya hobby gue. Masak.
Ayam Tauco pedes adalah salah satu hasil karya gue yang bisa dibanggain. Ya iyalah, saking bangganya gue sama hasil karya ini, hanya dalam 2 kali makan doang, gue bisa habis 4 pcs ayam... heheheehee....
Pas makan, gue tiba2 teringat masa kecil gue. Bukan, bukan hanya karena waktu kecil gue suka banget ama ayam tauco....
Tapi karena waktu kecil gue berhasil ngerjain adek gue dengan sukses pake tauco ini.

Adek gue ini, si Ani namanya, doyan banget sama yang namanya ayam tauco. Dan dia ngga tau, yang namanya tauco itu itu tampangnya seperti apa... Eh, Kalian tau tauco kan? fermentasi kedelai yang baunya asem itu (iya, kalo dimasak enak, tapi bau aslinya gak enak banget, sumpah). Nah, pada suatu hari, gue datengin dia dengan sesendok penuh tauco. Dengan muka meyakinkan gue bilang ke dia. "An, kamu kan suka ayam tauco, ini nih yang namanya tauco, cobain deh, pasti kamu suka"

Dia dengan semangat datengin gue, tapi segera beringsut pas nyium baunya yang aneh. "Ah, ngaco mbak, baunya aja gini"
Gue dengan senyum maut ala sales MLM "Ahh, itu kan baunya, rasanya dong An... Udah dicampur aja enak banget, apalagi kalo masih utuhan tauco gini... Mantafff"
Gue ganti senyum dengan senyum penjual asuransi "Ayo An, cobain deh, ennaaaak banget, dikiiiit aja"

Ani mulai tergoda... "cobain deh, awas loh mbak kalo ngga enak"

Gue langsung mendekat dengan hati berbunga2 dan senyum lebar tertahan...
"Nih, cobain", kata gue, sambil mengacungkan sendok.....
Aaaaa, ammm, masuk deh sesendok tauco....
"Huahhhhhh" Setelah sendok masuk ke mulutnya, Ani langsung melepeh dan sibuk berlari mencari air buat membersihkan mulutnya....

Gue pun guling2an tertawa sampai menangis... huahahahhahahahahahaaaaaa........

Cerita kacau ini, masih aja diinget Ani, dan dijadikan senjata dia untuk menuduh gue sebagai kakak terjahat di dunia. Hehehe, mungkin iya sih. Sampai umur 10 tahunan, kedua adek gue gampang banget dibohongin, dan juga dianiaya, hehehe.... Adek gue yang satu lagi, dulu pas mandi bareng di kamar mandi dengan bak mandi 1x1m, sering gue jailin dengan melempar gayungnya ke ujung bak. Jelas aja dia ngga bisa sampai kan, orang masih pendek, paling baru TK atau SD kelas 1...

Pas dia coba ambil...kepalanya tiba2 sudah ditenggelamkan ke air sampai megap2. Siapa yang nenggelemin. Ya gue laaah... Jahat banget yah?
Kalau cuman menipu atau ngasih tahu nama pohon dengan dajo (daunnya ijo) atau karwah (akar dibawah) itu mah biasaaa....
Hmm kadang2 kekuasaan memang menimbulkan kejahatan ya?
Beda umur 3 tahun..... dulu, rasanya gue berkuasa banget.... (Makanya setelah mereka mulai gede, mereka berdua berkoalisi bersama buat menyerang gue...Jadilah gue si kakak yang ga punya temen hehehe, ya iyalah mereka berdua cuman beda setahun...kaya anak kembar kaaan)
Untung gue sekarang udah tobat... berubah jadi kakak yang baiiiiik banget (hehehe, menurut gue siiih)

Monday, December 28, 2009

Di tengah2 keriaan massa bola vietnam

Sekitar seminggu yang lalu gue sempet berlibur ria bareng suami ke Vietnam. Ke Saigon atau nama lainnya Ho Chi Minh tepatnya. Tapi bukan, gue nulis bukan mau ngebahas liburan gue secara hari perhari. Itu bakal gue tulis di sedikit berguna , blog gue yang diniatkan ada muatan infonya, bukan sekedar apa yang gue pikirin kaya blog ini. Itu juga kalo gue sempet siiih *dasar pemalas*.


Yang mau gue tulis adalah satu pengalaman gue bertemu dengan keriaan massa disana.

Buat yang udah pernah jalan ke saigon (iya walaupun nama kotanya dah ganti jadi Ho chi minh, katanya sih para penghuni kotanya tetap lebih suka kalau menyebut nama kotanya tetap dengan Saigon), pasti tahu kalau kota ini penuuuuh banget dengan motor. Dan motornya tuh jalannya gembelengan. ngga kaya motor dijakarta yang jalannya nyruntul2 opportunis mencari jalur kosong, di saigon mereka jalannya lempeng, ngga suka motong2, tapi juga ngga mau ngerem. So satu2nya jalan untuk nyebrang disana adalah ... Juga gembelengan.
Hehehe, maksudnya adalah, ngga usah nunggu jalannya kosong (karena ngga akan pernah) tapi maju aja selangkah demi selangkah, nanti mereka juga minggir sendiri kok....

Nah, pada suatu malam yang panas dan cerah (hehehe, bahasanyaaaa), ketika kita telah berhasil menyeberangi 3 buah jalan raya dengan jurus gembelengan ini (dan tentu saja sambil bergandengan tangan dooong). Sampailah kita di taman depan ben tanh market. Disini banyaak banget orang yang sedang jalan2, berkumpul, olahraga, dan juga pacaran... Situasinya asik, mirip sama situasi di senayan sore2... so kita pun juga asik menelusuri jalan....

Di tepi2 jalan, banyak orang yang berjualan bendera2 vietnam (warnanya merah, dengan bintang kuning di tengahnya). Gue sih mikirnya "ooh, besok hari kemerdekaan kali ye".
Tapi kok...kemarin ngga ada ya? kok sekonyong2 aja tukang jualannya kompakan jualannya hari ini doang? Hmm Aneh.
di pinggir jalan mulai banyak yang jualan bendera
Sekitar 5 menit kemudian..mulai banyak motor2 yang membawa bendera2 kecil dan melambai2kan.. gue pikir...Wah, penduduk kotanya keren euy, hari kemerdekaan masi besok, udah mulai pawai malam ini... :)
Kita pun mulai berbalik arah, bukan deng, bukan mau ikutan pawai, tapi kaki udah pegel hehehehe....

Sampai di tengah2 taman bundaran Ben Thanh market (mmm lumayan mirip sama bunderan HI kalau disini, cuman lebih cimut)... Tiba2, segerombolan, eh bukan dua tiga empat gerombol motor datang...semuanya membawa bendera. Dan bukan bendera kecil kaya tadi... Ini bendera besar...ukuran 1x2 m. Dan semuanya berteriak2 Viet Nam.. Viet Nam...
Dan dalam hitungan detik, kita pun terjebak ditengah2 taman.. diantara ribuan motor berbendera. Orang berteriak, tertawa, berlari2 dan juga melompat2. Sumpah, seru banget!!!!.
Sebagai orang Jakarta pinggiran (hehehe nama lain dari Jakarta coret) gue bener2 kaget... lha di Jakarta aja ngga pernah liat atau ada di dalam kerumunan keriaan gini lho kok di negaranya orang malah ada ditengah2nya?

Beberapa orang membawa piala2an dari kardus. Hmm, salah nih dugaan, bukan hari kemerdekaan. Mungkin mereka habis menang bola? atau menang SeaGames? Ah, di Indonesia udah ngga pernah ngurusin SeaGames lagi, jadi gue cuman tahunya sedang ada SeaGames di Laos, tapi siapa yang menang, apalagi bola. weh, ngga urusan....

Dalam hitungan detik... mulai banyaaaaak yang datang...



Bener2 kita terjebak lebih dari 1 jam di tengah bunderan taman. Bukan pengalaman yang menakutkan, apalagi serem. Tapi seru... Mereka semua tertawa, mengajak kita tersenyum. Banyak juga turis yang ikut dalam keriaan, dan ikutan gila, nari2, teriak2... kalo gue sih..teteup foto2....sambil kadang2 ikutan teriak2... kapan lagi punya kesempatan teriak2 ditengah jalan hehehehe


dimanapun, kapanpun.. teteuuuppp.. foto2... :)

Setelah kita berhasil melepaskan diri dan kembali ke hotel (tahu kan kalo nyebrangnya susah.. ini kalikan kesulitan nyebrangnya 10x lipat... wedeeeew), baru kita tahu, bahwa mereka bukan menang juara 1 bola, apalagi total seagames. Tapi menang semi final. Wah...

Sempet sih nyela2 dalam hati...
"Kasian amat sih ni negara.. menang semi final aja udah dirayain di tengah jalan. Gimana kalau jadi Juara?... "

Sebelum tiba2 gue berfikir.. "Halah, dari pada negara lo, ngga pernah menang apa2 :("

Langsung deh rasanya sedih...
Kapan ya keriaan seperti ini, pernah ada di Indonesia? terakhir yang gue inget, jamannya Elyas Pical menang. atau waktu Susi sama Alan menangin Olimpiade...
Sekarang? weleh, kayaknya kita udah bolak balik kalah... sampai antusiasme penonton juga udah kelaut aja... jadi sedih....


Malam itu, gue pengen jadi orang vietnam... bangga sama negaranya.. sampai bela2in menggila di tengah jalan.... Pengeeen deh Indonesia menang apa gitu... yang kita semua sebangsa setanah air bisa bangga.. bisa seneeeeeng banget jadi orang Indonesia... :)

Thursday, October 22, 2009

Membakar lemak di Senayan

senayan di waktu malam...kebetulan ini kelihatan sepi, padahal sebenarnya.. rameeeeeeee

Udah beberapa minggu terakhir ini, kalo ngga lagi males, dan juga kalo ngga hujan, gue setiap hari rabu berlari di senayan. Hmm ngga terlalu bisa dibilang berlari juga, karena paling banter hanya 1/2 putaran yang bisa di sebut lari, sisanya (2,5 puteran) itu jalan dengan berbagai variasinya (jalan cepat, jalan pelan, jalan terengah engah, segala jenis jalan deh). Cita2 gue, kalau nanti gue udah bisa lari nonstop 1 putaran, itu saatnya gue udah boleh menyebut kegiatan gue sebagai lari sore.

Padahal sebenarnya Lari aliyas jogging, adalah kegiatan olahraga yang paling gue benci. Sebagai orang yang kompetitif (hanya untuk urusan makanan dan olahraga), gue ngga suka dengan lari, karena yang dilawan adalah diri sendiri. Ga asik. Ga ada lawan yang bisa di kalahkan. Ngga kaya main futsal, atau badminton, atau permainan lain yang ada lawannya.

Cuman, ya itu dia, nyari temen buat olahraga itu susah banget. Apalagi olahraga beregu. Kelaut ajah. So yang tersisa buat olahraga sendirian tinggallah fitness dan jogging ini. Kalau gue milih Fitness... hmmm kelemahan pertama : pake bayar, mahal lagi. Kelemahan kedua, di tempat fitness, gue sering berasa sepi di keramaian. Entah kenapa, diruangan hingar bingar itu, gue berasa sepiiiiii banget. Kelemahan ketiga : alatnya aneh2..gue kan berasa gaptek.

Sementara kalau di lari (di senayan), keuntungannya banyak. Pertama, paling banter cuman bayar 5000, 3000 buat parkir resmi, 2000 buat ngasih tukang parkir. Kalo kebelet pipis, nambah deh 1000 lagi (eh toiletnya, diluar bayangan loh, bersih bangeeeeet buat ukuran toilet umum, hebat deh!!). Kedua, walaupun sendirian, rasanya tuh ngga sepi, banyak temen, dan situasinya ngga bikin kita berasa kesepian sendiri. Plus asiknya juga, semua orang sibuk sendiri, ngga ada yang gangguin walopun kita sendirian. Ketiga dan sebenarnya ngga pas juga sih : Banyak makanan enak hehehe. Jadi kalo selesai lari2 kita kelaperan, bisa langsung beli ketupat sayur, atau nasi pecel, bakso, soto atau juga ketoprak. Semua ada! Asik kan.

Yah, jadi, dalam usaha menurunkan berat badan ke 50 kg, dan menghilangkan lemak perut. Jadilah gue penghuni tetap jalan sore senayan. Sambil berdoa, semoga lemak yang terbakar tetap lebih banyak dibandingkan jumlah kalori yang masuk gara2 ketupat sayur padang yang enak banget itu... :)
di depan gate 20... cita2 minggu depan adalah lari 1 puteran tanpa berhenti. Kalau berhasil, baru boleh beli ketupat sayur!!

Tuesday, October 20, 2009

Webcam


mulai dari sok cakep, ngebatman, sampai muka jutek...
Webcam selalu sedia mengabadikan.... :P

Webcam = cara cepat meningkatkan kadar narsis
gimana ngga... bosen kerja, klik aja webcam
langsung deh bisa ngaca
malah kadang2 iseng... gaya2 seenak jidat..

baru sadar kalo kelakuan gue ngga nggenah, pas lagi asik bergaya batman
tiba2 ada telpon masuk
"Mbaaaak, jangan stresss dong mbak... gue jadi serem liatin lo kaya gitu"
Wadoooh, siapa aja yang udah ngeliat gue nyengar nyengir niii... jadi maluuuuuu

Tuesday, October 13, 2009

Aneh aneh

Bukan gue namanya kalo ngga bertemu dengan kejadian aneh aneh. Bukan guenya yang aneh, tapi kelihatannya, aneh2 itu sering dan senang menyambangi gue... Dari sepatu lepas haknya satu jam sebelum interview kerjaan (di tangerang-dan untungnya ada tukang somay yang bantuin--uhuuuy abang baek deeeh), lanjut dengan pernah ketinggalan angkot jam 9 malam di purwokerto sampai harus jalan kaki ke baturaden (11 km nanjak!!), sampai kaki kelindes bajay pas nunggu metro mini lewat, dan aneka aneh2 lainnya....hmm mungkin kapan2 harus gue list daftar kejadian aneh alias sial2 lucu yang menimpa gue...

Tapi...udah lumayan lama juga sih sebenernya si aneh2 ini ngga mengunjungi gue. Sampai2 gue pikir gue udah kehilangan daya pikat (halah) sampai gue dicuekin sama si aneh ini. Sampai siang ini..........kejadian baru menimpa gue....

-------

Udah lama gue menjadi pencinta aroma vanilli, sampai2 semua bebauan yang ada di badan gue, diutamakan adalah aroma vanilli. Dan yang paling jelas serta sering gue gunakan adalah body mistnya victoria secret yang baunya ennaag banget... Saking enaknya, dan saking sayangnya gue sama ni wewangian, gue iriiiit iriiit... jangan sampai habis cepet-cepet. Alhasil, body mist segede di gambar botol ini, bisa bertahan hampir setahun dengan masih ada sisa setinggi sekitar 2 cm (yaah sekitar 80an ml lah).

Nah, hari ini, dalam keadaan beribu2 meter diatas permukaan laut (haha bombastik kan kalimatnya), ketika gue dalam perjalanan balik dari jogja, tiba2 gue merasa celana gue anget. Aneh banget, kok anget yah.....Perasaan gue udah lama deh ngga ngompol dicelana...

Pas gue mlirik ke bawah.... Ampuuuunnnn, celana gue basah kuyup!! dan tahu kan hebatnya, kalo sial mah ngga nanggung nanggung. Basahnya milih tempat strategis dooong. Selangkangan dan sekitarnya... Toloooong..... Apa kata dunia kalau nanti pesawat mendarat dan gue harus berjalan dengan celana yang basah seperti ini. Bisa2 ada yang dateng dan nawarin pampers ke gue. Huh.

Dan, ngga cuman gue berasa kaya mister bean yang celananya basah di tempat yang manakjubkan. Pelan2 gue mulai merasa kalau rasa hangat yang merambat tadi...mulai berubah menjadi rasa panas. Body mist kan bahan dasarnya alkohol plus minyak atsiri. Dan Alkohol kan pada saat menguap, dia butuh panas badan (sok tahu---tapi bener kan?). Dan jumlah alkoholnya banyak...jadi berasa panaaas banget. Dan di area yang...u know lah, selangkangan itu deket sama area apa. Huhuhuhu, kaya kena remason......

Gue mulai duduk dengan gelisah. Pengen ngipas2 buat ngilangin panas, plus mempercepat keringnya celana gue. Tapi kok saru banget ya... Untungnya perlahan2 alkohol mulai menguap dan ngga terlalu kelihatan banget celana gue basah. Tapi, ya itu dia. Panasnya ampun deh....

Begitu pesawat mendarat, gue yang biasanya duduk tenang sampai pesawat rada kosong, ini langsung jenggirat.(artinya tuh langsung lompat berdiri.red) Berdiri tegak, dengan kaki dikibas2kan ala reza the groove. Untung banget yang tumpah wangi. Jadi disekeliling gue bakalan terpapar sama bebauan menyenangkan. COba kalo yang tumpah cuka hehehe, bisa keaseman semua.

Dan yang paling nyebelin. Si body mist itu habis bis bis sehabis2nya...ngga tersisa setetespun juga..
Aneh kan. Aneh dong, lha wong itu bodymist, di semprot2 aja susahnya setengah mati, kadang2 gue sampai pegel nyemprot2, ngga ada yang keluar--mungkin tinggal sedikit kali ya... Eh lha kok ngga diapa2in bisa tumpah seabis2nya... Aneh.
Sekarang gue berdoa. Jangan sampai si aneh2 ini mengajak temennya. Ahhhh...... Tidaaaaakkkk......
Jangan sampai gue kembali dicintai dan didatengi oleh si aneh2.....

Sunday, September 27, 2009

Mangga yang Lebeg


Ini nih cara motong mangga paling asik, kalo gue nyebutnya sarang laba2...
pic : from flick.com

Orang tua, apalagi orang tua dari jawa, sering punya tehnik2 tertentu dalam memilih sesuatu
Nyokap gue, paling ahli dalam memilih buah2an
Jarang banget nyokap tuh gagal dalam memilih buah, terutama jeruk dan Mangga
Jeruk yang dia pilih selalu manis kemlonyor, walopun kadang2 tampangnya jelek
Apalagi Mangga, nyokap tuh selalu berhasil memilih mangga yang dagingnya tebel, manis kemlonyor, dan warna dagingnya oranye menggoda.

Dulu, gue pikir, itu karena nyokap selalu beli di pasar tradisional,
sementara, gue, yang seringnya beli di Supermarket (sumpah, ini bukan gara2 gue sombong, ato sok bisanya blanja di tempat pake AC--pls liat tulisan tentang pasar, tapi gara2 gue ngga pernah tahu harga pasaran mangga, jeruk atopun aneka buah, dan selalu takut ditipu trus berasa bego), sehingga mangganya beda kualitas. Tapi ini kan ngga masuk akal yah... Seharusnya buah2an yang masuk supermarket kan justru yang lebih bagus bukan?

Tapi ya itu, walopun tu mangga udah gue cium2 pantatnya(pernah baca kalo mangga yang manis pantat-alias bagian yang deket batangnya, bau wangi), udah gue lempar2 ditangan (katanya juga, mangga yang manis itu, anteb, alias berat. Udah juga gue pilih mangga yang paling gede, kan udah gede berarti udah tuwir, manis dong harusnya...Tetep aja mangga yang gue beli aceeem... se acem keteknya rangga-anak gue- kalo belom mandi (hehehe)

Lama2 sebel juga, soalnya Mangga adalah salah satu buah kesukaan gue selain lengkeng, duren dan alpuket. Jadi ngga seru kan kalo tiap mau makan mangga, musti dateng ke rumah si mamah biar dikasih jatah mangga hasil beli-annya dia...
Akhirnya...ngobrol2 ama mamah, akhirnya terbuka juga rahasianya...

"Mangga yang manis itu, adalah mangga yang lebeg".
Hmmm Apa itu lebeg?

Lebeg itu artinya menuh2in bungkusnya. Ini paling bisa kelihatan kalau mangga kita tegakkan secara vertikal, dengan bagian pangkal menghadap kita. Nah, mangga yang manis, sisi sayap sampingnya akan kelihatan penuh, bulat. Ini karena dia sudah matang. Sementara mangga yang masih muda, akan kelihatan kurus, segitiga, tidak membulat.

Jadi besar kecilnya mangga, ngga pengaruh, karena bisa jadi dia kecil, tapi sudah matang...

So..sekarang gue dah jago beli mangga... yah dari 5 percobaan, 4 berhasil deh :)
Kalo ngga percaya, cobain deh!! ngga usah cium2 pantat mangga, ngga usah lempar2 ditangan, tapi dapet mangga kemlonyor... mmmm...